Suara Muslim

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa

waspada penipuan undian berhadiah

leave a comment »

Kementerian Sosial (Kemensos) mencanangkan kampanye waspada penipuan undian berhadiah yang ditandai dengan peluncuran sejuta poster sebagai upaya mendidik masyarakat.

“Peluncuran satu juta poster merupakan media baru dan sangat strategis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Kita sangat prihatin meningkatnya penipuan berkedok undian berhadiah,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Senin.

Kampanye tersebut dilakukan berdasarkan inisiatif 12 perusahaan nasional bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk melawan penipuan dalam bentuk undian berhadiah yang saat ini semakin meningkat.

Berdasarkan data yang diterima Kemensos dalam tiga tahun terakhir, laporan dari masyarakat tentang penipuan berkedok undian berhadiah pada 2008 sebanyak 10.847 sedangkan 2009 sebanyak 22.565 dan tercatat pada periode Januari hingga Juni 2010 sebanyak 3.189 laporan.

Laporan ada yang disampaikan langsung secara lisan maupun melalui surat keluhan yang dikirim lewat pos baik langsung ke Kemensos maupun dinas-dinas sosial di daerah.

Sedangkan dari produsen menunjukkan laporan yang masuk pada 2008 sebanyak 83.568 dan 2009 sebanyak 43.570 sedangkan periode Januari hingga Juni 2010 sebanyak 31.000 laporan.

Menurut menteri, peningkatan laporan tersebut karena makin marak promosi yang meningkatkan citra perusahaan, program ini sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Selain itu juga karena terbatasnya jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang bertugas untuk itu juga masih lemahnya komitmen korporasi serta semakin menguatnya pemikiran masyarakat yang irasional sehingga mudah menerima iming-iming.

Namun menurut Kabid Korwas PPNS Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Bung Jono kasus kenipuan berkedok undian berhadiah yang diungkap polisi selama 2010 mencapai 13.846 kasus.

Ia merincikan pada Januari sebanyak 2.305 kasus, Februari 2.410, Maret 2.452, April 2.403, Mei 2.470 dan Juli sebanyak 1.793 kasus.

“Menjelang lebaran kasus-kasus penipuan ini meningkat karena kondisi masyarakat yang membutuhkan uang. Jika dulu target mereka adalah uang sekarang ini sudah berupa pulsa,” kata Bung Jono.

Modus operandi yang dilakukan adalah melalui pesan singkat (SMS), telepon, surat/pos maupun kupon palsu dengan iming-iming uang, mobil dan lain-lain.

Menurutnya, penanggulangan penipuan berkedok undian tersebut dengan membuat daya tangkal masyarakat dan harus ada konsep serta penegakan hukum baik oleh polisi maupun PPNS.

Sementara itu, Wakil Direktur Marketing PT Garuda Food Budiman mengatakan kampanye dilakukan melalui poster, iklan baik di televisi dan media cetak untuk mendidik masyarakat lebih waspada.

Ia juga memberikan tips agar masyarakat tidak tertipu undian berhadiah di antaranya perusahaan tidak pernah meminta langsung kepada konsumen dalam bentuk uang tunai dan dalam setiap produk tertera layanan konsumen.

“Ada baiknya menelpon nomor layanan konsumen jika menemukan kupon undian sehingga lebih jelas ada penipuan atau tidak,” demikian Budiman. (Antara)

Advertisements

Written by suaramuslim

09/08/2010 at 8:20 am

Posted in Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: